Panduan lengkap

Kucing Diare, Kenapa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Daftar isi
  1. Kucing diare karena apa?
  2. Apa ciri-ciri kucing diare?
  3. Kapan kucing diare harus dibawa ke dokter hewan?
  4. Kucing diare dikasih apa?
  5. Makanan kucing untuk diare, seperti apa?
  6. Kucing diare tapi masih aktif dan mau makan?
  7. Kucing diare berdarah, apa artinya?
  8. Kucing diare obatnya apa?
  9. Kucing sembelit dikasih apa?
  10. Catatan iklim tropis
  11. Pertanyaan umum
  12. Referensi

Kucing diare umumnya dipicu perubahan pakan secara tiba-tiba, parasit usus, infeksi bakteri atau virus (termasuk panleukopenia), serta toksin seperti makanan basi. Menurut FKH Universitas Airlangga, kucing yang muntah dan diare lebih dari 24 jam harus segera dikonsultasikan kepada dokter hewan [1].

Ringkasan

  • FKH Unair menyebut empat faktor risiko gastroenteritis pada kucing: perubahan pola makan mendadak, infeksi, parasit, dan toksin, termasuk makanan [1].
  • Muntah dan diare lebih dari 24 jam, atau kucing tampak lesu dan tidak aktif, merupakan alasan untuk segera ke dokter hewan [1].
  • Diare berdarah atau disertai tanda sakit umum perlu segera diperiksakan [3].
  • Obat bebas, termasuk obat manusia, sebaiknya tidak diberikan tanpa pemeriksaan dokter hewan karena sebagian dapat membahayakan kucing [2][4].
  • Kucing umumnya buang air besar tiap 12–24 jam; tidak BAB lebih dari 48–72 jam perlu dikonsultasikan ke dokter hewan [7][8].

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) mencatat kasus seekor kucing betina berumur 3 tahun yang dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan Unair pada 2 Desember 2024 dengan keluhan nafsu makan menurun, tampak lemas, serta muntah disertai diare sejak dua hari sebelumnya [1].

Kucing tersebut didiagnosis mengalami gastroenteritis, penyakit dengan gejala klinis berupa muntah disertai diare [1].

Ilustrasi. (Foto: Dzaki Nurfauzi/Unsplash)

Kucing diare karena apa?

Penyebabnya beragam, mulai dari perubahan pakan mendadak, infeksi, parasit, hingga toksin, termasuk makanan, menurut FKH Unair [1]. Rinciannya sebagai berikut:

Faktor Penjelasan menurut FKH Unair [1]
Diet Perubahan pola makan secara tiba-tiba dapat memicu gangguan gastrointestinal karena saluran pencernaan kucing tidak mampu beradaptasi dengan makanan baru.
Infeksi Dapat disebabkan bakteri seperti E. coli dan Salmonella sp., serta virus panleukopenia.
Parasit Parasit saluran cerna, salah satunya Toxocara sp., dapat menyebabkan muntah dan diare.
Toksin Toksin di saluran pencernaan dapat berupa bahan kimia, tanaman beracun, atau makanan.

Dilansir dari laman VCA (afiliasi Mars Inc.), diare juga dapat menjadi tanda gangguan serius, seperti alergi makanan, infeksi bakteri atau virus berat seperti panleukopenia, penyakit radang usus, gangguan fungsi organ, kanker, maupun penyakit sistemik lainnya [3].

Sementara itu, Cornell Feline Health Center menjelaskan bahwa perubahan pakan secara mendadak dapat membuat kucing diare selama beberapa hari. Situasi yang membuat stres, seperti perjalanan jauh dengan mobil atau menginap di klinik hewan, juga dapat memicu episode diare singkat [2].

Diare yang lama atau berulang juga dapat menandakan kondisi di luar saluran cerna, seperti hipertiroidisme, penyakit ginjal atau hati, atau limfoma [2].

Kucing makan nasi jadi mencret?

Bisa, terutama bila termakan dalam jumlah besar. Melansir PetMD (milik Chewy), Kompas.com menyebut kucing yang tidak sengaja makan nasi dalam jumlah besar dapat mengalami muntah, diare, perut kembung, dan lesu [9]. Nasi tidak beracun, tetapi bukan makanan yang ideal, dan jumlahnya sebaiknya kurang dari satu sendok makan per minggu [9].

Baca juga: Apakah Kucing Makan Nasi Bisa Mencret? Ini Hasil Penelitiannya
Baca juga: Kucing Boleh Makan Nasi? Ini Kata Dokter Hewan

Kucing diare setelah vaksin?

Diare tidak termasuk risiko vaksin yang disebut Cornell Feline Health Center. Laman itu menyebut risiko vaksinasi pada kucing tergolong minim, terutama reaksi alergi dalam jangka pendek dan sarkoma di bekas suntikan dalam jangka panjang [10].

Soal diare, vaksin justru melindungi kucing dari panleukopenia. Menurut Cornell, virus yang sangat menular dan berpotensi mematikan ini menyebabkan demam, muntah, diare, hilang nafsu makan, bahkan kematian mendadak pada sebagian kasus. Anak kucing sangat rentan [10].

Makanan anak kucing agar tidak mencret?

Susu sapi dan perubahan pakan mendadak sebaiknya dihindari. Cornell menyebut perubahan pakan secara mendadak dapat membuat kucing diare selama beberapa hari, dan anak kucing berisiko lebih tinggi karena saluran cernanya sedang beradaptasi dengan makanan padat [2].

Soal susu, Kompas.com, melansir Daily Paws, mengutip Blue Pearl Specialty and Emergency Pet Hospitals yang menyebut saluran pencernaan anak kucing tidak dapat mencerna susu sapi [6].

Baca juga: Makanan Anak Kucing

Apa ciri-ciri kucing diare?

Cornell Feline Health Center menggambarkan diare sebagai keluarnya tinja berair secara tidak normal dan sering. Warnanya kadang tidak biasa, seperti abu-abu atau kuning, dengan bau yang sangat busuk [2].

Dilansir dari laman Alodokter, diare pada kucing ditandai konsistensi tinja yang encer dan frekuensi buang air besar yang meningkat, bahkan bisa lebih dari 3 kali sehari [4]. Saat diare, kucing biasanya juga lemas, kurang aktif bermain, sulit makan atau minum, dan muntah [4].

Alodokter merangkum makna warna feses sebagai berikut [4]:

Warna feses saat diare Kemungkinan penyebab menurut Alodokter [4]
Merah atau berdarah Perdarahan di saluran usus bagian bawah (usus halus, usus besar, atau rektum)
Merah tua atau kehitaman Perdarahan di saluran cerna bagian atas, yaitu lambung atau kerongkongan
Kuning dan berbau busuk Bisa disebabkan gagal hati, anemia hemolitik, atau infeksi
Hijau Gangguan pada kantung empedu

Penyebab pasti dipastikan dokter hewan lewat pemeriksaan fisik, tes darah, dan analisis tinja [4].

Kucing diare tidak nafsu makan?

Menurut Cornell, bila diare berlangsung lebih dari satu atau dua hari dan kucing juga menunjukkan tanda sistemik seperti nafsu makan buruk, lesu, atau muntah, perawatan dokter hewan perlu dicari sesegera mungkin [2].

Baca juga: Kucing Diare dan Tidak Mau Makan, Kenapa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kapan kucing diare harus dibawa ke dokter hewan?

Berikut tanda bahaya yang disebutkan sumber-sumber dokter hewan:

Diare berat atau berkepanjangan dapat menyebabkan dehidrasi signifikan. VCA mencatat, sebagian kucing bahkan memerlukan rawat inap untuk terapi cairan infus [3].

Kucing diare dikasih apa?

Untuk kucing dewasa yang selebihnya sehat, VCA menyebut dokter hewan mungkin menyarankan puasa makan sebentar atau pemberian pakan khusus gangguan pencernaan (veterinary diet) dalam jumlah kecil [3].

Meski demikian, kucing tidak boleh dibiarkan lama tanpa makan. Kompas.com, melansir PetMD, menjelaskan bahwa menahan makanan justru dapat menghambat pemulihan usus dan membuat kucing berisiko terkena lipidosis hati, penyakit hati yang berpotensi fatal [5].

Langkah perawatan ringan:

Baca juga: Cara Mengobati Kucing Diare, Apa Saja Langkahnya?

Makanan kucing untuk diare, seperti apa?

Menurut VCA, pakan khusus gangguan pencernaan diformulasikan dengan keseimbangan serat yang memberi makan bakteri baik di usus kucing, serta antioksidan tertentu yang mendukung sistem imun [3].

Kompas.com, melansir PetMD, menyebut sebagian jenis diare kucing membaik dengan diet rendah serat atau makanan yang sangat mudah dicerna. Produk seperti ini disebut memiliki kadar serat kasar sekitar 3 persen pada analisis terjaminnya [5]. Namun, jenis diare lainnya justru cenderung merespons suplementasi serat [5].

Bagaimana dengan makanan basah?

Makanan basah boleh diberikan dan dapat membantu asupan cairan. Kompas.com, melansir PetMD, menyebut salah satu cara mudah meningkatkan asupan air kucing diare adalah mengalihkannya dari makanan kering ke makanan kaleng [5]. Alodokter juga menyebut produk makanan basah yang khusus dibuat untuk sakit perut pada kucing sebagai salah satu pilihan [4].

Baca juga: Makanan Basah Kucing untuk Diare, Bolehkah? Ini Penyebab dan Cara Memberikannya · Makanan Kucing Basah atau Kering?

Kucing diare tapi masih aktif dan mau makan?

Kucing dengan diare relatif ringan, tidak muntah, mau makan dan minum, serta tidak tampak terlalu sakit dapat dirawat di rumah, menurut Kompas.com yang melansir PetMD [5]. Cornell juga menyebut diare sering kali berlangsung singkat, sembuh sendiri, atau mudah diatasi dengan penyesuaian pakan [2]. Untuk anak kucing, Kompas.com mengutip Daily Paws menyebut pemilik dapat menunggu 1 hingga 2 hari bila anak kucing tetap berperilaku normal [6].

Kucing diare berdarah, apa artinya?

Feses kucing diare dapat bergaris lendir atau darah, papar Cornell [2]. Makna warnanya ada pada tabel di atas [4]. Menurut VCA, kucing dengan diare berat dan berdarah perlu segera mendapat penanganan medis karena penyebabnya bisa serius [3].

Feses berlendir dibahas di Kucing Diare Berlendir Putih? Ini Penyebab Feses Berlendir dan Kapan ke Dokter Hewan.

Perlu dibedakan pula dengan sembelit. Dilansir dari VCA, kucing sembelit berat bisa mengeluarkan sedikit cairan feses atau darah akibat mengejan, yang kadang dikira diare [8].

Kucing diare obatnya apa?

Obat diare kucing sebaiknya ditentukan dokter hewan sesuai penyebabnya, karena Cornell mengingatkan sejumlah obat bebas dapat membahayakan kucing [2]. Obat diare manusia juga tidak dianjurkan, menurut Alodokter, situs kesehatan manusia [4]. Pada kasus di RSHP Unair, misalnya, terapi diberikan secara simptomatis dengan obat antimuntah dan obat resep dari dokter hewan [1]. Langkah perawatan dan pilihan terapi dari dokter hewan dibahas di Cara Mengobati Kucing Diare, Apa Saja Langkahnya?.

Diare yang tidak membaik meski sudah diobati dibahas di Kucing Diare Ga Sembuh Sembuh, Kenapa?.

Kucing sembelit dikasih apa?

Pada kucing yang terdampak ringan, VCA menyebut diet tinggi serat, pencahar pelumas, pelunak feses, atau probiotik dapat mencegah kekambuhan [8]. Untuk kasus yang lebih berat, dokter hewan dapat memberikan enema, mengeluarkan feses secara manual, atau meresepkan obat pencahar [8].

VCA mendefinisikan sembelit sebagai keluarnya feses yang jarang atau sulit, dan umumnya bersifat sementara [8].

Ciri kucing sembelit?

Kompas.com, melansir PetMD, menyebut kucing umumnya buang air besar setiap 12–24 jam. Jika lebih dari 48–72 jam tidak buang air besar, dokter hewan perlu dihubungi [7]. VCA juga menyarankan hal serupa [8].

Ciri lain yang disebut VCA [8]:

Kucing sembelit karena apa?

VCA mencatat penyebab umum sembelit, antara lain bola rambut, menelan tulang, obesitas atau kurang gerak, megakolon, osteoartritis, cedera panggul, tumor, dan dehidrasi [8].

Kompas.com, melansir International Cat Care, menambahkan faktor perilaku. Kucing bisa enggan buang air besar bila harus bersaing dengan kucing lain untuk kotak pasir, tidak menyukai jenis pasirnya, atau kotak pasir berada di tempat bising [7].

Patokan berapa lama kucing boleh tidak BAB sebelum dibawa ke dokter hewan dibahas di Kucing Sembelit Berapa Lama? Ini Angka Idealnya.

Bukti soal VCO untuk sembelit dibahas di Apakah VCO Bisa untuk Kucing Sembelit?.

Catatan iklim tropis

FKH Unair menyebut menghindari makanan basi atau terkontaminasi dapat mencegah risiko gastroenteritis akibat toksin atau infeksi bakteri [1]. Laman tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan air minum dan makanan kucing, karena infeksi Salmonella dan E. coli sering kali berasal dari air yang tidak bersih atau makanan yang terkontaminasi [1].

Kucing diare juga dapat cepat mengalami dehidrasi, sehingga air minum perlu mudah dijangkau [3].

Pertanyaan umum

Apakah kucing makan nasi bisa mencret?

Bisa, bila termakan dalam jumlah besar. Kompas.com, melansir PetMD, menyebut nasi dalam jumlah besar dapat memicu muntah, diare, perut kembung, dan lesu, dan jumlahnya sebaiknya kurang dari satu sendok makan per minggu [9].

Kucing sembelit dikasih makan apa?

Menurut VCA, kucing dengan sembelit ringan dapat dibantu diet tinggi serat untuk mencegah kekambuhan, dengan arahan dokter hewan [8]. Asupan air juga penting karena dehidrasi termasuk penyebab sembelit [8].

Kucing sembelit obatnya apa?

Obatnya ditentukan dokter hewan. Menurut VCA, dokter hewan umumnya meresepkan obat pencahar atau pelunak feses [8]. Perubahan pengobatan sebaiknya tidak dilakukan tanpa konsultasi dokter hewan [8].

Apakah kucing sembelit bisa sembuh sendiri?

VCA menyebut sembelit umumnya bersifat sementara dan sebagian besar kasus relatif mudah diatasi bila ditangani sejak dini [8]. Namun, kucing yang tidak BAB lebih dari 48–72 jam perlu diperiksakan [7][8].

Kucing sembelit karena apa?

Penyebab umum antara lain bola rambut, obesitas atau kurang gerak, megakolon, nyeri sendi, cedera panggul, dan dehidrasi [8]. Masalah kotak pasir juga bisa membuat kucing enggan BAB [7].

Apakah kucing sembelit bisa mati?

VCA mencatat obstipasi, bentuk berat sembelit, kerap terkait kondisi medis serius atau permanen, dan kasus berat dapat memerlukan rawat inap hingga operasi [8].

Mengapa kucing sembelit?

Kompas.com, melansir International Cat Care, menjelaskan bahwa kucing yang dehidrasi akan menyerap kembali lebih banyak cairan dari usus besar sehingga kotorannya kering dan keras [7].

Catatan: PetGizi tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan dokter hewan untuk penanganan masalah kesehatan hewan peliharaan. Artikel ini belum ditinjau dokter hewan.

Referensi

  1. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Waspada Gastroenteritis pada Hewan Kesayanganmu! https://fkh.unair.ac.id/waspada-gastroenteritis-pada-hewan-kesayanganmu/. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  2. Cornell Feline Health Center, Cornell University College of Veterinary Medicine. Diarrhea. https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/diarrhea. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  3. VCA Animal Hospitals (afiliasi Mars Inc.). Diarrhea in Cats. https://vcahospitals.com/know-your-pet/diarrhea-in-cats. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  4. Alodokter (situs kesehatan manusia). Penyebab Kucing Diare dan Cara Mengobatinya. https://www.alodokter.com/penyebab-kucing-diare-dan-cara-mengobatinya. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  5. Kompas.com (1 April 2021), melansir PetMD (milik Chewy). 5 Cara Merawat Kucing Diare, Tak Perlu Langsung ke Dokter Hewan. https://www.kompas.com/homey/read/2021/04/01/194900976/5-cara-merawat-kucing-diare-tak-perlu-langsung-ke-dokter-hewan?page=all. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  6. Kompas.com (18 Februari 2022). Penyebab Anak Kucing Diare dan Cara Mengatasinya. https://www.kompas.com/homey/read/2022/02/18/154000576/penyebab-anak-kucing-diare-dan-cara-mengatasinya-. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  7. Kompas.com (23 Mei 2024), melansir PetMD (milik Chewy). 7 Penyebab Sembelit pada Kucing Peliharaan, Pemilik Wajib Tahu. https://www.kompas.com/tren/read/2024/05/23/140000965/7-penyebab-sembelit-pada-kucing-peliharaan-pemilik-wajib-tahu. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  8. VCA Animal Hospitals (afiliasi Mars Inc.). Constipation in Cats. https://vcahospitals.com/know-your-pet/constipation-in-cats. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  9. Kompas.com (26 Maret 2025), melansir PetMD (milik Chewy). Apakah Kucing Boleh Makan Nasi? https://www.kompas.com/homey/read/2025/03/26/170000776/apakah-kucing-boleh-makan-nasi. Diakses pada 30 Oktober 2026.
  10. Cornell Feline Health Center. Feline Vaccines: Benefits and Risks. https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/feline-health-topics/feline-vaccines-benefits-and-risks. Diakses pada 30 Oktober 2026.